Acara Pertemuan antara BSO Indonesia dengan Viet Nam dan Acara temu dagang

March 27th, 2019

Program pertemuan BSO Indonesia dengan Viet Nam dan acara temu dagang antara pengusahan olahan kayu ringan Indonesia dengan pengusaha furniture Viet Nam 

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Asosiasi Kayu Ringan Indonesia (ILWA) berupaya memacu kinerja ekspor produk potensial Indonesia yaitu hasil olahan kayu ringan dari sengon dan jabon menjadi plywood, blockboard, join finger laminating board (JFLB)

Baru-baru ini, Kemendag dan ILWA yang di fasilitasi oleh SIPPO melakukan kegiatan pertukaran informasi  sesama Business Support Organization (BSO) yang dilanjutkan dengan melakukan acara temu dagang/B2B matchmaking di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 5—10 Maret 2019. Dalam acara ini, ILWA dan Kemendag berkesempatan juga untuk mengunjungi pameran Vietnam International Furniture & Home Accesories (VIFA 2019). Dalam acara ini, Kemendag dan ILWA berkesempatan melakukan market research untuk melihat potensi kayu ringan sebagai material bahan bangunan dan industri furniture di Viet Nam.

Acara temu dagang ini, Indonesia diwakili oleh ILWA dan enam perusahaan anggota ILWA yang memproduksi hasil olahan kayu ringan bertemu dengan Handicraft and Wood Industry Association (HAWA), Binh Duong Furniture Association (BIFA), dan Forest Product Association (FPA) dan juga dengan tujuh perusahaan furniture yang merupakan anggota dari ke tiga assosiasi tersebut. Dalam pertemuan tersebut, banyak anggota dari tiga assosiasi tersebut yang sudah dan akan menggunakan materi bahan kayu ringan untuk membuat produk furniture nya. Oleh karena itu, temu dagang ini  sangat produktif karena banyak dari anggota BIFA, HAWA dan FPA yang ingin segera melakukan pemesan produk kayu ringan dari Indonesia. Akan tetapi ILWA dan 6 perusahaan anggota nya yang berpartisipasi dalam acara temu dagang ini perlu mengkaji ulang mengenai kualitas dan harga yang dibutuhkan oleh perusahaan furniture Viet Nam agar bisa tercipta hubungan dagang yang saling menguntungkan untuk industri kayu ringan Indonesia dan industri furniture di Viet Nam.

Acara ini merupakan langkah awal bagi Kemendag dan ILWA dalam meng-explorasi kesempatan berbisnis dengan pengusaha dan asosiasi furniture Viet Nam yang di mulai dengan acara temu dagang bulan Maret 2019 dan penanda tanganan Letter of Intent (LOI) antara ILWA dengan HAWA dan BIFA. Setelah ini, ILWA akan mengundang HAWA dan BIFA untuk ikut berpartisipasi dalam acara Indonesian Lightwood Cooperation Forum  (ILCF) yang akan dilaksanakan bulan October 2019.      

SIPPO sebagai facilitator menyediakan dua tenaga ahli, satu orang ahli kayu yang ditunjuk untuk bekerja pada industri kayu ringan di Indonesia dan yang satu nya lagi untuk industri furniture di Viet Nam. Kedua tim ahli ini dengan baik telah memberikan masukan berharga  terhadap penggunakan materi kayu ringan untuk produk furniture di Viet Nam. Selain itu, program SIPPO berhasil menggandeng  pemerintah (Kemendag) untuk bekerja sama dengan baik dengan industri melalui asosiasi (ILWA). Selain itu, SIPPO juga telah berhasil membuka jalan untuk berkolaborasi sesama emerging market (ASEAN) untuk bisa menembus pasar global yang lebih baik.